Sabtu, 28 Maret 2015

MAKALAH SUSPENSI KELOMPOK METANA (CHANDRA DEVI FAISAL TEGUH)


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Dalam pembuatan suatu suspensi, kita harus mengetahui dengan baik karakteristik fase terdispersi dan medium dispersinya. Dalam beberapa hal fase terdispersi mempunyai afinitas terhadap pembawa untuk digunakan dan dengan mudah ”dibasahi” oleh pembawa tersebut selama penambahannya. Obat yang tidak dipenetrasi dengan mudah oleh pembawa tersebut dan mempunyai kecenderungan untuk bergabung menjadi satu atau mengambang di atas pembawa tersebut.
Dalam hal yang terakhir, serbuk mula-mula harus dibasahi dahulu dengan apa yang disebut ”zat pembasah” agar serbuk tersebut lebih bisa dipenetrasi oleh medium dispersi. Alkohol, gliserin, dan cairan higroskopis lainnya digunakan sebagai zat pembasah bila suatu pembawa air akan digunakan sebagai fase dispersi. Bahan-bahan tersebut berfungsi menggantikan udara dicelah-celah partikel, mendispersikan partikel tersebut dan kemudian menyebabkan terjadinya penetrasi medium dispersi ke dalam serbuk.
 Dalam pembuatan suspensi skala besar, zat pembasah dicampur dengan partikel-partikel menggunakan suatu alat seperti penggiling koloid (coloid mill), pada skala kecil, bahan-bahan tersebut dicampur dengan mortir dan stamper.




BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian suspensi
Dalam ilmu kimia, suspensi (Inggris: suspension) adalah suatu campuran fluida yang mengandung partikel padat. Atau dengan kata lain campuran heterogen dari zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam zat cair tersebut. Partikel padat dalam sistem suspensi umumnya lebih besar dari 1 mikrometer sehingga cukup besar untuk memungkinkan terjadinya sedimentasi. Tidak seperti koloid, padatan pada suspensi akan mengalami pengendapan/sedimentasi walaupun tidak terdapat gangguan. Singkatnya, suspensi merupakan campuran yang masih dapat dibedakan antara pelarut dan zat yang dilarutkan.

B. Contoh umum
1.      Lumpur di mana tanah, dan lempung tersuspensi di air.
2.      Tepung dapat tersuspensi di air.
3.      Cat
4.      Suspensi debu kapur di udara.
5.      Suspensi partikel di udara.
6.      sirup obat batuk
7.      Air Keruh
8.       Campuran Air dengan Pasir
9.       Campuran Kopi dengan Air
10.   Campuran Minyak dengan Air.

C. Jenis-jenis suspensi
1. Suspeni oral adalah sediaan cair mengandung partikel dapat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukan untuk penggunaan oral. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai susu atau magma termasuk dalam golongan ini. Beberapa suspensi dapat langsung digunakan sedangkan yang lain berupa campuran padat yang harus dikonstitusikan terlabih dahulu dengan pembawa yang sesuai segera sebelum digunakan.
 2. Suspensi topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk pengguanan pada kulit. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai “lotio” termasuk dalam kategori ini.
3.  Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair mengandung partikel-partikel       halus yang ditujukan untuk diteteskan telinga bagian luar.
 4. Suspensi optalmik adalah sedaan cair steril yang mengandung partikel-partikel yang terdispersi dalam cairan pembawa untuk pemakaian pada mata. Obat dalam suspensi haru dalam bentu termikronisasi agar tidak menimbulka iritasi atau goresan pada kornea. Supensi obat mata tidak boleh digunakan bila terjadi massa yang mengeras atau menggumpal.
5. Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak disuntikkan secara intravena atau kedalam larutan spinal.
 6. Suspensi untuk injeksi terkonstitusi adalah sediaan kering dengan bahan pembawa yang sesuai untuk membentuklaruatan yang memenuhi semua persyaratan untuk suspensi steril setelah penambahan bahan yang sesuai

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi adalah :
1.   Ukuran partikel.
2.    Sedikit banyaknya bergerak partikel (viskositas)
3.    olak menolak antar partikel karena adanya muatan listrik
4.    Kadar partikel terdispersi

E. Ciri-ciri sediaan suspensi adalah
1.         Terbentuk dua fase yang heterogen
2.         Berwarna keruh
3.         Mempunyai diameter partikel > 100 nm
4.         Dapat disaring dengan kertas saring biasa
5.         Akan memisah jika didiamkan

F.  Syarat-syarat suspensi adalah sebagai berikut :
1. Menurut FI edisi III adalah :
a)   Zat terdispersi harus halus dan tidak boleh mengendap
b)      Jika dikocok harus segera terdispersi kembali
c)      Dapat mengandung zat dan bahan menjamin stabilitas suspensi
d)      Kekentalan suspensi tidak bolah terlalu tinggi agar mudah dikocok atau sedia dituang
e)      Karakteristik suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran partikel dari suspensi tetap agak konstan untuk jangka penyimpanan yang lama.

2. Menurut FI edisi IV adalah :
a)        Suspensi tidak boleh di injeksikan secara intravena dan intratekal
b)        Suspense yang dinyatakan untuk digunakan untuk cara tertentu harus mengandung anti mikroba
c)         Suspense harus dikocok sebalum digunakan.

G. Keuntungan suspensi
1.      Suspensi merupakan sediaan yang menjamin stabilitas kimia dan memungkinkan terapi dengan cairan.
2.      Untuk pasien dengan kondisi khusus, bentuk cair lebih disukai dari pada bentuk padat
3.      Suspensi pemberiannya lebih mudah serta lebih mudah memberikan dosis yang relatif lebih besar.
4.      Suspensi merupakan sediaan yang aman, mudah di berikan untuk anak-anak, juga mudah diatur penyesuain dosisnya untuk anak-anak dan dapat menutupi rasa pahit.

H.  Kerugian suspensi
1.      Suspensi memiliki kestabilan yang rendah
2.      Jika terbentuk caking akan sulit terdispersi kembali sehingga homogenitasnya turun
3.      Aliran yang terlalu kental menyebabkan sediaan sukar di tuang
4.      Ketepatan dosis lebih rendah dari pada bentuk sediaan larutan
5.      Pada saat penyimpanan kemungkinan terjadi perubahan sistem dispersi (caking, flokulasi-deflokulasi) terutama jika terjadi fluktuasi/perubahan suhu

BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Dalam membuat sediaan suspensi kita harus memperhatikan syarat-syarat atau karakteristik bahan yang akan digunakan sehingga hasilnya memuaskan. Kita juga harus mengetahui mengetahui kekurangan dan kelemahan dari sediaan suspensi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi formulasi pembuatan sediaan farmasi.
B. Saran
Sebagai tenaga kefarmasiaan kita harus mempelajari dan memahami tentang sediaan suspensi. Karena sangat bermanfaat dalam dunia farmasi yang akan kita geluti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar